PorosKota.com, WASHINGTON – Platform jual beli NFT mengumumkan pemangkasan karyawan sebanyak 20 persen.

Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan OpenSea setelah perusahaan mengalami penurunan pendapatan.

Anjloknya pendapatan OpenSea mulai terjadi sejak pasar kripto mengalami fenomena atau penurunan likuiditas secara berkepanjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal inilah yang membuat daya beli investor pada aset kripto menurun. Hingga sejumlah perusahaan jual beli aset digital, termasuk OpenSea mengalami krisis pendapatan.

Demi menjaga stabilitas pendanaan perusahaan di tengah ancaman crypto winter dan ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas, membuat OpenSea terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya mulai Kamis (14/7/2022).

OpenSea tak menjelaskan berapa banyak jumlah karyawannya yang terdampak PHK ini namun Bloomberg mencatat data dari halaman LinkedIn, saat ini OpenSea telah memiliki 769 karyawan, dengan memotong 20 persen pekerja diperkirakan platform jual beli NFT ini akan memangkas 150 karyawan.

Sebelum dihantam gejolak crypto winter OpenSea tercatat menjadi pasar NFT teratas berdasarkan volume perdagangan, dimana sejak OpenSea berdiri pihaknya telah melakukan transaksi penjualan dengan nilai lebih dari 31 miliar dolar AS.

Namun angka tersebut anjlok drastis selama pasar kripto dan aset digital mengalami pelemahan harga, kondisi inilah yang membuat OpenSea mengalami penurunan penjualan hingga 50 persen selama sebulan terakhir.

Penurunan ini terlihat dari merosotnya harga rata-rata token digital di pasar NFT, diantaranya seperti token Bored Ape Yacht Club dan CryptoPunks yang harganya turun sebanyak 40 persen dari harga tertingginya.

PHK massal yang dilakukan OpenSea menambah daftar panjang perusahaan aset digital yang terdampak dinginnya crypto winter, menyusul Binance, Coinbase, dan BlockFi yang telah lebih dulu memangkas ratusan karyawannya.

Aksi pemangkasan ini tentunya menjadi pukulan berat bagi OpenSea, meski nantinya platform jual beli NFT ini akan memangkas 20 karyawannya.

Namun CEO OpenSea Devin Finzer menegaskan bahwa perusahaan akan tetap memberikan hak-hak pada mantan karyawannya dengan membagikan pesangon, saham, serta memberikan pelayanan perawatan kesehatan selama satu tahun kedepan,