POROSKOTA.COM– Aksi gemilang yang mengemas brace dalam kemenangan 3-0 atas Monza dalam lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Rabu (31/8/2022) dini hari, membuat pelatih Roma, teringat kenangan lama.

Dia mengingat kembali saat Paulo Dybala masih berbaju tim lamanya, , dan tampil memikat serta membobol gawang Roma di stadion Olimpico musim lalu.

“Musim lalu, ketika Juventus bermain di sini di Olimpico dan Paulo Dybala diganti, saya bilang kepadanya: ‘Kamu sangat bagus, Nak.’ Jadi malam ini saya mengatakan hal yang sama. Kami tersenyum karena kami ingat dia sudah mencetak gol di stadion ini,” kata Mourinho dikutip dari DAZN.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Anda sering mendapatkan talenta yang terisolasi di dalam tim, tetapi Paulo adalah talenta hebat yang bermain dengan dan untuk tim. Meskipun dia tidak dibentuk untuk ini, dia membantu pertahanan dengan pekerjaan yang luar biasa,” ujarnya.

AS Roma tampil superior di laga pekan ke-4 Serie A ini. Mereka sudah membuka skor ketika laga baru berjalan 18 menit.

Dybala mendapat bola lambung dari Tammy Abraham, sebelum berlari membawa bola di hampir separuh lapangan, dan menendangnya masuk ke gawang Monza.

Tim tuan rumah menggandakan keunggulan 15 menit kemudian. La Joya, julukan Dybala , kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Berawal dari bola tembakan Abraham di kotak penalti yang bisa ditepis kiper Monza, Michele Di Gregorio. Bola liar langsung disambar Dybala menjadi gol, yang merupakan gol ke-100-nya di Serie A.

Babak kedua, Giallorossi terus menekan. Dan mereka memastikan keunggulan 3-0 setelah Roger Ibanez menanduk masuk bola hasil umpan sepak pojok Lorenzo Pellegrini.

“Saya memiliki banyak keinginan untuk mencetak gol. Rasanya senang sekali bisa mecetak gol di hadapan pendukung kami sendiri, kata Dybala.

Roma yang tampil meyakinkan setelah menjuarai Liga Konferensi Eropa lalu, kini dalam tren positif.

Kini mereka di puncak klasemen sementara, unggul satu poin dari Inter Milan, yang mengalahkan tim promosi Cremonese 3-1 di San Siro.

Pembicaraan tentang kandidat juara Serie A musim ini pun ramai terdengar. Gelar Serie A terakhir Roma diraih pada 2001. Hal yang langsung ditepis oleh Dybala.

“Ada getaran positif di dalam tim, setelah memenangkan gelar besar, tetapi masih terlalu dini untuk membicarakan (trofi),” ujar La Joya.

Mourinho juga tak tertarik bicara soal scudetto. Alih-alih, dia justru berbicara soal prospek bagus Dybala bersama Argentina di Piala Dunia nanti.

“Ini bisa menjadi pertanda apa yang akan terjadi pada November dan Desember di Qatar. Mungkin (pelatih Argentina Lionel) Scaloni dapat mengirimkan beberapa botol anggur kepada kami untuk merayakan memiliki pemain top seperti Dybala ini,” ujar Mourinho .