PorosKota.com, NEW YORK – Perusahaan pemberi pinjaman Network resmi mengajukan ke pengadilan distrik New York, setelah pihaknya mengalami pembengkakan defisit hingga tembus mencapai 1,19 miliar dolar AS.


Bangkrutnya pialang kripto Celsius Network terjadi karena anjloknya kinerja mata uang digital selama beberapa bulan terakhir. Situasi ini membuat sejumlah investor melakukan penarikan massal pada aset digitalnya.

Kondisi inilah yang membuat para perusahaan pemberi pinjaman kripto seperti Celsius, mengalami krisis likuiditas hingga mereka terancam kesulitan bayar utang dan terancam gulung tikar.

Sebelum mengajukan kebangkrutan, Celsius diketahui telah membekukan dana investor pada bulan Juni lalu untuk menghindari kerugian yang mendalam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak hanya itu Celsius juga nekat melakukan restrukturisasi dengan membayar utang berbentuk stablecoin USDC ke platform pinjaman Aave senilai 78,1 juta dolar AS dan 35 juta dolar AS dalam bentuk stablecoin DAI pada platform Compound.

Namun setelah pembayaran ini defisit Celsius membengkak, alasan inilah yang membuat Celsius mengajukan perlindungan menggunakan Undang-undang Kepailitan AS Bab 11.

Dengan begini Celsius dapat beroperasi meski berstatus pailit, tercatat sejauh ini Celsius masih memegang simpanan sebesar 167 juta dolar AS, meski jumlah ini anjlok dari simpanan di tahun sebelumnya namun dengan dana ini Celcius berencana untuk terus melanjutkan operasinya.

“Perusahaan percaya bahwa kemungkinan akan berhasil dalam waktu dekat jika pasar tetap relatif stabil.” ujar Alex Mashinsky, CEO Celsius Network

Reuters mencatat, saat ini setidaknya masih ada 23.000 investor yang belum melunasi utangnya. Apabila semua investor tersebut melunasi utangnya, Celcius dapat menambah pemasukan sebesar 411 juta dolar AS.

Selain itu dalam pengajuan kepailitan di Pengadilan New York Celsius juga mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki dana sebesar 40 juta dolar AS, sayangnya dana tersebut masih dipinjamkan kepada perusahaan dana lindung asal Singapura Three Arrows Capital.

Dengan mengajukan kebangkrutan ini Mashinsky berharap agar perusahaannya bisa kembali bangkit menjadi layanan pemberi pinjaman kripto terdepan seperti sebelumnya.