POROSKOTA.COM berjalan enam pekan, namun sudah ada lima pelatih yang mengundurkan diri hingga dipecat klub.

Terbaru, baru saja mengakhiri kerja sama dengan dari posisi pelatih kepala, Kamis (25/8/2022).

Berakhirnya kerja sama antara Dejan Antonic dan PS Barito Putera menambah deretan pelatih klub yang sudah menjadi korban keganasan BRI 2022.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lantas, sebelum Dejan Antonic, siapa saja pelatih yang sudah menjadi korban keganasan BRI Liga 1 2022?

1. (Persib Bandung)

Robert Alberts menjadi korban pertama.

Persib dan Robert Alberts memutuskan untuk mengakhir kerja sama pada Rabu (10/8/2022).

Pelatih asal Belanda tersebut memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim yang berjuluk Maung Bandung tersebut.

Persib dan Robert sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada Liga 1 2022/2023 ini.

Hal tersebut tidak lepas dari hasil evaluasi performa Persib yang dari tiga pertandingan hanya meraih satu poin.

Keputusan mundur dari pelatih kepala merupakan sikap yang diambil Robert.

Langkah tersebut diambil demi kebaikan Persib.

“Didasari semangat saling menghormati dan demi kepentingan bersama dan kebaikan Persib, Robert pun pamit undur diri.”

“Hatur Nuhun, Robert Alberts untuk profesionalisme yang telah ditunjukkan selama ini.”

“Dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan untuk tim yang tidak akan kami lupakan,” tulis Persib yang dikutip dari persib.co.id.

2. Javier Roca (Persik Kediri)

Persik Kediri mengumumkan secara resmi mengakhiri kerjasama dengan pelatih kepala Javier Roca, Sabtu (13/8/2022).

Direktur Teknik Persik Kediri, Danilo Fernando menyebut keputusan tersebut diambil manajemen seusai melakukan evaluasi menyeluruh.

“Manajemen Persik Kediri mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dedikasinya yang sudah terjalin baik selama ini.”

“Semoga sukses kariernya di tempat yang lain,” ungkap Danilo yang dikutip dari Instagram resmi @persikfcofficial.

Persik Kediri sendiri meraih hasil kurang maksimal selama pra musim dan 4 laga awal kompetisi Liga 1 2022/2023.

3. Jacksen F. Tiago ()

Jacksen F. Tiago mengumumkan mundur dari kursi kepelatihan Persis usai meraih kemenangan melawan Bhayangkara FC pada Jum’at (19/8/2022).

Alasan Jacksen mundur ialah sang istri.

Sang istri telah mengisyaratkan dirinya untuk meninggalkan kursi kepelatihan.

Menurutnya hal tersebut adalah hal yang tak bisa ia tolak.

“Selama di Solo saya selalu mendengar seruan “Jacksen Out, Jacksen Out”, tapi di antara suara tersebut hanya ada satu suara yang saya dengar, yakni suara istri saya.”

“Ia menyampaikan bahwa kenapa saya masih harus bertahan di sini?”

“Hal tersebut membuat saya menghubungi para bos karena desakan dari istri saya adalah hal yang paling terpenting,” kata Jacksen yang dikutip dari persissolo.id.

Meski menyatakan mundur dari kursi kepelatihan, Jacksen tetap akan menjadi bagian dari Persis karena masih terikat kontrak bersama manajemen.

Baginya akan banyak hal yang bisa ia bantu untuk pengembangan Persis, salah satunya pada pengembangan pemain muda.

4. Sergio Alexandre

PSIS Semarang memberhentikan Sergio Alexandre dari posisi pelatih kepala tim, Rabu (24/8/2022).

Pemecatan Sergio Alexandre berdasarkan evaluasi yang diambil oleh manajemen PSIS Semarang pasca-laga lawan .

“Per hari ini, posisi Sergio Alexandre sebagai pelatih kepala PSIS telah resmi kami berhentikan dengan alasan hasil buruk dan permainan yang belum sesuai ekspektasi dalam enam laga awal BRI Liga 1 musim ini.”

“Ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh manajemen klub. Demi kebaikan klub PSIS kedepannya,” ujar CEO PSIS, Yoyok Sukawi, dikutip dari situs resmi klub psis.co.id, Rabu (24/82022).

Untuk sementara, caretaker akan dipegang oleh asisten pelatih Achmad Resal yang dibantu beberapa staff kepelatihan .

“Sambil kami cari pelatih kepala baru, untuk sementara tim akan dipegang coach Resal yang dibantu staff kepelatihan lainnya,” pungkas Yoyok Sukawi.

5. PS Barito Putera

PS Barito Putera mengakhiri kerjasama dengan pelatih kepala mereka Dejan Antonic, Kamis sore (25/8/2022).

Berakhirnya kerjasama ini, tidak lepas dari menurunnya penampilan klub berjuluk Laskar Antasari tersebut di lima laga awal pada kompetisi BRI Liga 1 2022.

Riski pora dan kawan-kawan hanya meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan.

Manager PS Barito Putera, Ikhsan Kamil menjelaskan, berakhirnya kerjasama Laskar Antasari dengan Dejan merupakan kesepakatan dari kedua belah pihak, lantaran persoalan prestasi.

“Keputusan itu adalah hasil kesepakatan kita bersama dan coach dejan, tidak ada permasalahan apapun, termasuk dengan pemain,” ucap Ikhsan dikutip dari Instagram resmi klub @psbaritoputeraofficial Kamis (25/8/2022)

Menurut Ikhsan, perpisahan tersebut merupakan hal biasa dalam sebuah klub sepakbola.

“Pilihan mengakhiri kerja sama itu pasti soal prestasi, kita tahu posisi Barito saat ini di dasar klasemen.

“Kita doakan coach Dejan selalu sukses dalam karier dan kita menganggapnya sebagai keluarga besar Barito Putera,” pungkas Ikhsan.