POROSKOTA.COM, PALANGKARAYA – yang diadakan hari ini, Sabtu (20/8/2022) untuk menyambut kejuaraan dunia sepeda UCI MTB Eliminator World Cup 2022 sukses digelar di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah, membeberkan untuk persiapan jelang perhelatan kejuaraan dunia kini hampir sempurna.

Hanya beberapa sektor saja yang perlu dilengkapi. Kemungkinan H-3 atau pada 24 Agustus mendatang persiapan sudah rampung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sampai hari ini 90 persen sudah siap baik itu segi sirkuit, persiapan lainnya. Kami menyambutnya sangat teliti sekali sampai hal dari segi toilet. Nanti tanggal 24 sudah selesai persiapannya,” kata Sabran saat membuka Gubernur Cup Road Race 2022.

“Mereka (perwakilan UCI-red) menilai dalam pembangunan sirkuit selalu mau melihat Kalteng dan dari UCI dan ISSI apakah sirkuit ini sudah baik, dan menurut mereka ini sirkuit terbaik dari tempat-tempat lain,” jelasnya soal Sirkuit.

Saat gelaran berlangsung, Sabran mengarahkan kepada seluruh jajarannya untuk bisa membenahi dan memperkenalkan berbagai sektor antara lain Budaya dan Pariwisata.

Sehingga para pebalap yang hadir di Palangkaraya baik lokal maupun dari luar negeri akan terkesan saat berada di kota berjuluk Kota Cantik tersebut.

“Sudah pasti maka semua budaya dan Pariwisata kita benahi, kita fokus ke sini dulu. Saya sudah bicara ke walikota setiap daerah di Kalteng perihal masalah ini. Supaya nanti tamu bisa datang lagi ke sini,” ujar Sabran.

“Kami sudah bicara kata UCI kalau bisa Kalteng jadi tuan rumah selama lima tahun, setelah itu pindah kota,” sambungnya.

Terakhir, orang nomor wahid di Provinsi Kalimantan Tengah itu berharap pada pembukaan kejuaraan dunia sepeda UCI MTB Eliminator World Cup pada 28 Agustus 2022 mendatang, Presiden Joko Widodo bisa hadir sekaligus membuka acara.

“Ya, kemarin kami sudah ke Jakarta minta petunjuk kepada Pak Sekretariat dalam rangka event kejuaraan dunia yang mana baru pertama kali digelar di Asia. Indonesia mendapatkan kepercayaan tempatnya di Palangkaraya,” cerita Sabran.

“Kami melapor dan meminta kepada Pak Presiden agar membuka event internasional ini. Ada 11 seri yang digelar dan Palangkaraya seri kedelapan. Pertama di Abu Dhabi dan terakhir di Jerman. Yang datang ke Indonesia ada 32 negara dan disiarkan 132 televisi,” pungkasnya.