PorosKota.com – Berikut sejarah dan kumpulan atau World Day for International Justice 2022.

diperingati setiap tanggal 17 Juli.

Pada tahun ini, peringatan Hari Keadilan Internasional jatuh pada hari Minggu (17/7/2022).

Melansir uinjkt.ac.id, Hari Keadilan Internasional ini dijadikan sebagai momentum untuk menyuarakan pentingnya penegakan keadilan, dan komitmen pemerintah atas penegakan keadilan yang menyeluruh.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejarah Hari Keadilan Internasional

Dikutip dari pkbi.or.id, penetapan tanggal 17 Juli sebagai Hari Keadilan Internasional bermula dari diadopsinya oleh komunitas internasional pada tanggal yang sama, tiga puluh tahun yang lalu.

Statuta Roma merupakan salah satu perjanjian internasional yang paling penting dalam sejarah peradaban manusia.

Pada tanggal 17 Juli 1998, perwakilan dari 148 negara menghadiri pertemuan diplomatik di Roma, Italia, untuk membahas tentang masalah internasional yang sangat mendesak: kejahatan internasional.

Hasil pembahasan tersebut yang kemudian dituangkan dalam Statuta Roma; sebuah traktat yang menjabarkan bentuk-bentuk kejahatan internasional, sekaligus mandat untuk mendirikan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court).

Statuta Roma membagi kejahatan internasional ke dalam empat kategori inti, yakni:

– Genosida (pembunuhan massal);

– Kejahatan kemanusiaan (kejahatan yang menargetkan kelompok masyarakat tertentu, seperti perbudakan orang-orang berkulit hitam, dan kejahatan berbasis gender);

– Kejahatan perang (pelanggaran perang seperti membunuh warga sipil dan menyiksa sandera);

– Kejahatan agresi (penjajahan, mobilisasi kekuatan militer tanpa alasan).

Proses peradilan atas empat bentuk kejahatan internasional inilah yang dimandatkan kepada Mahkamah Pidana Internasional.

Statuta Roma bersifat mengikat, namun pelaksanaannya masih dibatasi oleh beberapa klausul.

Pertama, Mahkamah Pidana Internasional hanya dapat melakukan investigasi, dan proses peradilan terhadap negara yang secara legal meratifikasi Statuta Roma.

Kedua, proses investigasi dan peradilan hanya dapat dilakukan oleh Mahkamah Pidana Internasional apabila negara terkait tidak dapat, atau tidak mau melakukan proses investigasi dan peradilan.

Pada saat peresmiannya, pengadopsian Statuta Roma didukung oleh 120 negara dan ditentang oleh 7 negara; 21 negara lain yang turut hadir dalam konferensi Roma memilih untuk abstain.

Perlu diingat bahwa “pemberian dukungan terhadap pengadopsian Statuta Roma”, dan “mengadopsi Statuta Roma” merupakan dua hal yang berbeda.

Dari 120 negara yang menandatangani dukungan untuk Statuta Roma, baru 60 negara yang berkomitmen secara legal untuk tunduk pada traktat tersebut (atau meratifikasi).

Indonesia merupakan salah satu negara yang belum meratifikasi Statuta Roma.

Dukungan dan ratifikasi terhadap Statuta Roma agaknya menjadi elemen krusial bagi Indonesia.

Pemerintah wajib memiliki komitmen untuk menjunjung prinsip-prinsip hak asasi manusia, dan niat baik untuk menuntaskan kasus kejahatan kemanusiaan di masa lalu, termasuk kejahatan berbasis gender.

Simak inilah kumpulan ucapan dan kutipan Hari Keadilan Internasional yang dirangkum Tribunews.com dari berbagai sumber:

1. Keadilan bukanlah sekedar masalah kesalahan dan hukuman.

Keadilan adalah lapisan humus dari ladang sebuah kebersamaan.

Selamat 2022.

2. Keadilan itu bukan terletak dalam bunyi huruf undang-undang, melainkan dalam hati nurani hakim yang melaksanakannya.

Selamat Hari Keadilan Internasional 17 Juli.

3. Tidak ada keadilan kecuali dalam kebenaran, tidak ada kebahagiaan kecuali dalam keadilan.
4. Mari jujur bersaksi di pengadilan, jadi jalan penebusan agar keadilan bisa ditegakkan.

Selamat memperingati Hari Keadilan Internasional 2022.

Selamat Hari Keadilan Internasional 17 Juli 2022.

5. Peace will not come out of a clash of arms but out of justice lived and done by unarmed nations in the face of odds. (Perdamaian tidak akan datang dari bentrokan senjata tetapi dari keadilan yang dijalani dan dilakukan oleh negara-negara yang tidak bersenjata dalam menghadapi rintangan.) – Mahatma Gandhi

6. Overcoming poverty is not a gesture of charity. It is an act of justice. (Mengatasi kemiskinan bukanlah sikap amal. Ini adalah tindakan keadilan) – Nelson Mandela

7. At his best, man is the noblest of all animals; separated from law and justice he is the worst. (Yang terbaik, manusia adalah yang paling mulia dari semua binatang; terpisah dari hukum dan keadilan dia adalah yang terburuk) – Aristotle

8. Absolute freedom mocks at justice. Absolute justice denies freedom. To be fruitful, the two ideas must find their limits in each other. (Kebebasan mutlak mengolok-olok keadilan. Keadilan mutlak mengingkari kebebasan. Agar berbuah, kedua ide tersebut harus menemukan batasannya satu sama lain) – Albert Camus

9. Social justice cannot be attained by violence. Violence kills what it intends to create. (Keadilan sosial tidak dapat dicapai dengan kekerasan. Kekerasan membunuh apa yang ingin diciptakannya) – Pope John Paul II

10. Justice is the constant and perpetual will to allot to every person his due. Justice is a contract of expediency, entered upon to prevent men harming or getting harmed. (Keadilan adalah kehendak yang konstan dan terus-menerus untuk membagikan haknya kepada setiap orang. Keadilan adalah kontrak kemanfaatan, dibuat untuk mencegah orang menyakiti atau dirugikan)