POROSKOTA.COM, JAKARTA – Pebasket Nasional, Widyanta Putra Teja mengungkapkan perbedaan gaya melatih dan di Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Menurut pebasket yang akrab disapa Widy itu, dari segi menyerang dan bertahan kedua pelatih itu memiliki tipe yang berbeda.

Widy mengatakan, pola latihan menyerang di bawah arahan Milos terasa berbeda dibandingkan dengan Toroman, meski kedua pelatih bisa dibilang memiliki kemiripan visi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dari latihan pertama, kami ada transisi, secondary offense gitu-gitu. Kalau di Coach Toro (sapaan Toroman), sendiri waktu itu memang tidak ada, dia lebih ke set play,” ucap Widy.

“Mungkin Coach Milos juga melihat dari komposisi pemain sekarang yang muda-muda, mungkin dia lebih mau lari dan tembak, fast break cepat. Itu diterapkan mulai dari latihan minggu pertama sampai minggu kedua ini,” katanya.

Sementara untuk cara bertahan, Widy belum melihat perbedaan yang mencolok. Karena, Milos sejauh ini masih memfokuskan pola latihan menyerang.

“Memang fokusnya di dua minggu ini ke offense, cara kami mengambil jarak, ya fundamental lah, namanya juga pemain-pemain muda, kami butuh itu. Yang kami butuhkan sebenarnya detail kecil seperti itu,” tutur pebasket berusia 25 tahun itu.

Sekadar informasi, Widyanta merupakan satu dari 20 nama pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) di Jakarta sejak 12 September lalu.

Pemain yang berseragam West Bandits Combiphar Solo itu menjadi pemain paling senior di tim saat ini. Widyanta juga salah satu pebasket yang pernah bergabung di tim nasional sebelumnya, sejak dilatih oleh pelatih kepala Rajko Toroman.

Lebih lanjut, Widy berbicara mengenai pemusatan latihan Timnas Basket saat ini yang mayoritas diisi oleh para pemain

“Ini kesempatan buat yang muda-muda, sudah waktunya untuk Timnas Indonesia regenerasi. Belakangan kan memang senior lebih banyak, nah sekarang kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk bisa unjuk gigi,” kata Widy.

“Soal adaptasi sama pemain-pemain muda, saya juga baru pertama kali main sama mereka. Adaptasi chemistry lah sama mereka. Banyak yang harus dikejar untuk catching up sama senior-senior,” sambungnya.

Pemusatan latihan Timnas Basket di Jakarta ini rencananya akan berlangsung hingga 29 September.

Nantinya, skuad Indonesia Patriots itu akan dipangkas menjadi 15 pemain untuk kemudian melanjutkan latihan di Amerika Serikat (AS) pada Oktober mendatang.

Target 3 Tahun Kontrak

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia, Milos Pejic bicara soal targetnya untuk tiga tahun masa kontraknya.

Pelatih berkebangsaan Serbia itu nampaknya serius dalam membina basket tanah air untuk masa yang akan datang.

“Jangka panjangnya adalah untuk memajukan Basket Indonesia. Setiap hari, setiap latihan, kami ingin melakukan yang terbaik untuk memajukan bola basket Indonesia,” ujar Milos.

Milos juga mengatakan, target yang diusungnya itu tak hanya untuk timnas basket senior, namun sebagai pembinaan usai muda.

“Semua orang mencoba melakukan itu. Perbasi, tim nasional, semuanya. Kami ingin meningkatkan tim senior tetapi kami harus mulai dari tim muda, tim patriot, dan kemudian tim nasional senior,” katanya.

Terpenting bagi Milos adalah bagaiamana sistem liga basket yang dijalan di Indonesia, hal itu dikarenakan komposisi pemain yang berseragam timnas banyak yang berasal dari tim-tim yang berkompetisi di Liga Basket Indonesia (IBL).

“Kami berbicara tentang liga, kami berbicara tentang meningkatkan liga pada saat yang sama untuk tim nasional. Karena pemain kami bermain di IBL, pemain IBL bermain di tim nasional. kita bersama dalam sistem ini,” ungkap Milos.

Untuk target terdekatnya, Milos masih enggan bicara banyak, termasuk untuk gelaran SEA Games dan Asian Games tahun depan.

Milos mengatakan, untuk saat ini masih terlalu dini untuk memboicarakan soal target medali yang harus diusung oleh Indonesia Patriot.

“Sekarang kita fokus ke SEA Games dan Asian Games. Itulah dua kompetisi yang kami fokuskan,” ucap Milos.

Pada ajang SEA Games ke-31 di Vietnam, putra berhasil merengkuh medali emas setelah mengalahkan Filipina.

“Terlalu dini untuk membicarakan itu (target). Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mempersiapkan tim untuk SEA Games,” ujar Milos.

“Mempersiapkan tim terbaik untuk SEA Games. Masih terlalu dini untuk membicarakan posisinya, kami tidak tahu rosternya,” tegasnya.