POROSKOTA.COM, JAKARTA – Sakit gigi tak dapat dipungkiri dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bahkan, masalah gigi berlubang yang dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan keluhan .

Pemeriksaan gigi secara berkala dapat membantu seseorang memiliki gigi yang kuat dan mulut yang sehat, sehingga dapat makanan dengan lebih baik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apabila kondisi gigi dan mulut yang perlu perawatan dapat ditemukan pada tahap awal, penanganan dapat segera dilakukan sebelum kondisi menjadi semakin parah.

Selain penanganannya lebih mudah, dari segi finansial pun akan menjadi lebih ekonomis.

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Dental Specialist Clinic RS Pondok Indah, drg. Hanny Ilanda, Sp.KG menyebutkan faktor terbesar penyebab gigi berlubang adalah kondisi mulut yang tidak bersih.

Hal ini menjadi awal timbulnya lubang gigi (karies) yang terbentuk. Disebabkan adanya sisa-sisa makanan di sekitar gigi dan jaringan pendukung yang terkontaminasi dengan bakteri.

Lama-kelamaan, sisa makanan yang menumpuk ini akan membentuk plak dan berubah menjadi asam.

Suasana asam dari sisa makanan inilah yang menyebabkan demineralisasi dari email dan dentin yang ada di permukaan gigi.

Lubang pada gigi yang masih belum ditangani dapat menembus dan merusak tulang di sekitar gigi, dan pada akhirnya akan mengganggu saraf gigi.

Apabila masih dibiarkan, gigi akan mati dan membusuk.

“Bakteri dalam gigi yang sudah membusuk dapat menyebar dan mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh yang lain, mulai dari otot jantung, ginjal, hidung, hingga mata, bahkan mengakibatkan peradangan artritis pada sendi,” papar dr Hanny pada keterangan resmi, Senin (12/9/2022).

Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain ini dapat dijelaskan melalui teori fokal infeksi.

Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di lokasi lain dalam tubuh.

Racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke organ tubuh lainnya melalui sirkulasi dan pembuluh darah.

Lesi-lesi pada mulut yang merupakan fokal infeksi di antaranya adalah gigi dengan infeksi saluran akar, abses, kista, granuloma, peradangan, serta infeksi jaringan periodontal (penyangga gigi) yang melibatkan gusi dan tulang alveolar.

Pada gigi-gigi tersebut, perlu dilakukan prosedur berupa perawatan saluran akar guna membersihkan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya. Ataupun pembersihan karang gigi dan perawatan jaringan penyangga gigi atau gusi.