POROSKOTA.COM, JAKARTA — Hari Sedunia diperingati setiap tahun pada 28 Juli.

Dalam kesempatan ini Menteri RI (Menkes) mengatakan, pihaknya akan mempermudah akses pengobatan dan meningkatkan langkah pencegahan pada penyakit Hepatitis.

“Intervensi di sisi preventif, jauh lebih murah dibandingkan dengan intervensi di sisi kuratif (pengobatan), menjaga orang agar tetap hidup sehat bukan menyembuhkan orang yang sudah sakit, sesuai dengan nama menteri kita kan, Kementrian Kesehatan bukan Kementrian Kesakitan,” tegas Menkes Budi dalam kata sambutannya dalam rangkaian acara Hari Hepatitis Sedunia, Kamis (28/7/2022).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia meyakini, langkah preventif ini akan memudahkan Indonesia dalam menangani kasus hepatitis, khususnya hepatitis B dan hepatitis C yang paling banyak di Indonesia.

“Fokus dari intervensi program kesehatan, harus kita dorong lebih banyak dari sisi preventif, sisi hulu, bukan di sisi kuratif atau di sisi hilir, karena dari sisi biaya jauh lebih murah, dari sisi kualitas hidup masyarakat jauh lebih baik,” kata Menkes Budi.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) akan menargetkan pada tahun 2024 seluruh provinsi di Indonesia setidaknya memiliki satu rumah sakit yang menyediakan terapi anti Hepatitis C Virus golongan Direct Acting Antivirus (DAA).

Terapi tersebut telah terbukti secara klinis mencapai respon kesembuhan hepatitis C lebih dari 95 persen.

DAA adalah jenis obat yang bekerja sama seperti obat antivirus , yaitu melawan infeksi virus secara langsung.

DAA merupakan obat oral yang memiliki masa terapi yang lebih pendek dari interferon, yaitu 8 hingga 12 minggu.

Saat ini, terapi DAA hanya bisa diakses di 51 rumah sakit yang tersebar di 25 provinsi.

Kemudian juga, pihaknya akan mencanangkan pemberian obat Tenofovir pada ibu hamil yang terpapar Hepatittis B di sejumlah daerah di Indonesia.

Pemberian obat tersebut merupakan langkah intervensi untuk mencegah penularan penyakit Hepatitis B dari ibu ke anak yang dikandung.

Sebelumnya, pemberian obat Tenofovir telah mulai dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Wahidin Sudirohusodo

di Makassar, Sulawesi Selatan dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang,

Rencananya pencanangan akan dilakukan sejumah provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Serta di 10 kabupaten kota yaitu Kota Bandar Lampung, Jakarta Pusat, , Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Surabaya, Banjarmasin, Makassar.