POROSKOTA.COM menjadi musim terakhir jalinan kerja sama dengan pabrikan .

Pol Espargaro, dipastikan menjadi pembalap tim satelit KTM, GASGAS, untuk 2023.

Namun sebelum meninggalkan Honda, siapa yang menyangka saudara ini bakal membongkar borok dari pabrikan asal Jepang tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di mata Pol Espargaro, kesulitan tim berlogo sayap tunggal mengepak ini disebabkan karena terlalu menomor-satukan .

Tanpa hadirnya The Baby Alien, julukan Marquez, Honda bak ayam yang kehilangan induknya.

Tak cuma mengalami degradasi prestasi dalam dua musim terakhir MotoGP, Repsol Honda juga kehilangan arah dalam pengembangan RC213V.

Mantan pembalap KTM ini tidak menampik jika Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang bisa jadi andalan Honda untuk bersaing di grid depan.

Namun yang disesalkan oleh Pol, Honda terlalu minim mendengarkan saran dan masukan dari pembalap lainnya.

“Marc Marquez adalah pembalap yang memberikan hasil maksimal bagi pabrikan. Dia mengesankan untuk Honda,” buka Pol Espargaro, dikutip dari Paddock-GP.

“Namun yang menjadi ganjalan hati adalah Honda tak mendengarkan masukan pembalap lain selain Marc Marquez, sekalipun dia mengalami cedera,” keluh rider pemilik nomor #44 ini.

Apa yang dikeluhkan Pol Espargaro berdasar pada pengembangan RC213V. Dia merasa feedback yang diberikan tak digubris sama sekali oleh tim Honda.

Oleh karena itu, dia merasa wajar jika RC213V menjadi kuda besi yang paling lamban dalam menemukan set-upnya di MotoGP 2022.

“Itu sebabnya kami menjadi yang paling lamban, bahkan tidak menemukan set-up motor yang tepat sejak race perdana di Qatar.

Kehilangan Maquez praktis membuat pengembangan motor macet, ini membuat kami (pembalap Honda) kesulitan,” sambung Pol Espargaro.

Borok yang diumbar oleh Pol Espargaro ini bak menjadi peringatan untuk dua pembalap anyar Honda di MotoGP 2023.

Honda langsung memboyong duet Suzuki untuk musim depan.

Alex Rins, dipercaya menjadi bagian LCR Honda menggantikan Alex Marquez. Adapun Joan Mir yang menyandang status juara dunia MotoGP 2020 bertandem dengan Marc Marquez di tim pabrikan.

“Sayang sekali, karena hanya karena tidak ada satu pembalap, kami kena getahnya,” sesal rider asal Spanyol tersebut.

Apa yang diungkapkan oleh Pol tak kurang adalah sebatas peringatan kepada Mir dan Rins. Menurutnya, Honda memiliki manajemen tim yang sedikit ‘unik’.

Tidak bisa dipungkiri, Honda bergantung kepada Marc Marquez. Dia menjadi satu-satunya pembalap yang memiliki presentase kemenangan terbesar.

Dan dianggap wajar jika Honda mengutamakan pembalap yang sudah memberikan prestasi kepada tim dengan jumlah enam gelar juara dunia.