POROSKOTA.COM, JAKARTA – Orang yang berusia 40 tahun kerap disebut berisiko saat berolahraga. Makanya disarankan untuk beraktivitas.

Namun benarkah orang yang berusia 40 tahun perlu mengurangi ?

Terkait hal ini, dokter spesialis kedokteran olahraga RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, , sp.ko menyebutkan jika pandangan itu sama sekali tidak benar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ada orang bahkan dokter bilang kalau tua jangan olahraga. Kalau saya makin tua makin wajib,” ungkapnya pada konferensi pers Opening Sport Medicine, Injury and Recovery di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Selasa (16/8/2022).

Karena seseorang yang sudah berada di atas 40 tahun, akan menyusut dengan sendirinya, yaitu bisa 1-2 persen. Kalau tidak dilatih secara rutin, otot pun bisa habis.

Otot sendiri, kata dr Andi berhubungan erat dengan .

Dan apa bila kepleset atau terbentur, tulang bisa mudah patah. Karenanya, disarankan untuk rutin berolahraga. Supaya otot tetap terjaga dan tulang kuat hingga tua.

Lalu bagaimana orang yang berusia 40 tahun berolahraga. Menurut dr Andi yang harus diperhatikan adalah olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kita.

Tidak disarankan bagi mereka yang belum pernah berolahraga sama sekali, langsung melakan aktivitas berat. Menurutnya, olahraga harus dilakukan secara benar dan latihan sesuai dengan tubuhnya.

“Kalau misalnya ada yang 55 tahun masih badminton sampai sekarang ya boleh-boleh saja. Karena dia sudah melakukannya dari kecil, sampai 30-40 tahun masih badminton. Jadi di usia 50 tahun pun main badminton tidak bermasalah,” papar dr Andi lagi.

Menurut Andi yang perlu jadi perhatian adalah bukan dari segi usia. Namun apakah olahraga yang dipilih tepat dengan kondisi tubuhnya.

Ia pun menganjurkan Itu untuk melakukan medical chek up sebelum berencana melakukan olahraga yang berat.

“Jadi melakukan olahraga harus disesuaikan dengan kondisi dan usia. Apakah ada cedera lutut atau cedera lain, itu pun juga pasti kita akan perhatikan,” pungkasnya.