POROSKOTA.COM, JAKARTA — menargetkan pada 2022 terjaring sekitar 3 ribu produk pilihan dari sekitar seribu mitra binaan dalam sehingga mampu menjangkau pasar lebih luas hingga keluar negeri.

VP CSR dan SMEPP Management Pertamina menerangkan, Pertamina berharap sebanyak 200 ribu visitor akan mengunjungi dan berbelanja di acara tersebut.

Menurut Fajriyah, yang memanfaatkan SMEXPO sebagian besar memiliki bidang usaha fashion, makanan dan minuman (F&B), craft atau kerajinan, agribisnis dan furniture.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Marketplace ini diharapkan dikunjungi oleh beberapa buyer dari beberapa negara yang terhubung baik dalam business forum maupun peserta marketplace,” ujarnya dikutip Selasa (30/8/2022).

Fajriah memaparkan, Pertamina melaksanakan aktivasi kegiatan berupa event yang dirancang sebagai ajang pameran virtual dalam rangka pemberdayaan yang telah bergabung sebagai mitra binaan Pertamina agar dapat memasarkan produk dan layanannya serta meningkatkan wawasannya melalui berbagai program pelatihan atau workshop.

“Kami menargetkan online coaching dapat diikuti lebih dari ribuan UMKM,” imbuh Fajriah.

Dia menambahkan pada tahun ini Pertamina akan memilih 30 mitra binaan untuk mengikuti business forum setelah melewati proses kurasi yang ketat dari 100 mitra binaan peserta Pertamina SMEXPO 2022.

“Selain business forum, akan tersedia coaching dan performance artis secara virtual. SMEXPO Pertamina 2022 juga akan menyediakan display counter tematik Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI),” tuturnya.

Fajriah menuturkan Pertamina sebagai BUMN diwajibkan untuk membina usaha kecil (UMK) karena sudah digariskan dalam Undang-Undang BUMN. Pertamina, kata dia, harus aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi dan masyarakat.

“Program pendanaan UMK adalah tools perusahaan untuk pemberdayaan UMK. Program pendanaan adalah bentuk sosial yang berdampak positif bagi Pertamina baik langsung maupun tidak langsung. UMK menyerap 96 persen tenaga kerja di Indonesia,” katanya.

Menurut Fajriyah, Pertamina bersedia menyediakan pendanaan murah bagi UMK meskipun belum bankable. Pendanaan tersebut pada dasarnya adalah penyelamatan bibit usaha kecil agar tumbuh dan terlepas dari jeratan utang.

“UMK menjadi mitra binaan dimana Pertamina akan hadir mendampingi pelaku usaha untuk membentuk kemandirian. Setelah mandiri, mereka bisa memperbesar usahanya dengan mencari pendanaan lanjutan seperti dari perbankan,” katanya.

Setelah bisnisnya tumbuh, kata Fajriah, Pertamina mendorong UMK untuk bisa naik kelas lewat program pembinaan dalam UMK Academy yang dilakukan sejak 2020.

UMK diarahkan untuk memahami konsep dan pelaksanaan serta tahapan Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global.

“Total UMK yang sudah naik kelas dari 2020-2021 sebanyak 750 minta binaan. Rinciannya 116 mitra binaan sudah go global, 198 go online, 398 go digital, dan 38 UMK mampu go modern,” jelasnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R Eko Adi Irianto menuturkan akses pembiayaan untuk UMKM sudah banyak tersedia dari berbagai sumber asalkan secara kelembagaan dan kapasitas UMKM sudah meningkat.

Pada saat ini, kata dia tantangan yang ada adalah bagaimana mengembangkan UMKM go digital dan go export. Indonesia sangat kaya dengan berbagai jenis makanan. Dari segi fesyen, sudah banyak pengusaha yang tadinya UMKM kini mendunia.

“Mereka banyak muncul di fashion show di luar negeri. Lalu ada kerajinan. Indonesia sudah lama punya produk kerajinan yang luar biasa,” papar Eko.