POROSKOTA.COM, BEIJING – Raksasa minyak asal yakni Co., dan Ltd, membukukan rekor keuntungan pada semester pertama tahun ini.

Dikutip dari Aljazeera, Senin (29/8/2022) ketiga perusahaan itu masing-masing mengatakan bahwa pihaknya menghasilkan pendapatan yang cukup besar pada periode Januari hingga Juni, karena lonjakan dan gas yang mereka hasilkan melebihi biaya impor yang lebih tinggi dan konsumsi bahan bakar domestik yang tersendat.

“Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan rebound dan tetap dalam kisaran yang wajar,” kata Sinopec pada Minggu (28/8/2022).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Permintaan domestik untuk produk minyak sulingan dan produk kimia diperkirakan akan meningkat. Selain itu, permintaan gas alam akan tetap tumbuh,” imbuhnya.

Namun, perusahaan memperingatkan bahwa ekonomi global masih akan menghadapi ancaman dari stagflasi dan ketegangan geopolitik, yang terakhir kemungkinan akan membuat harga energi bergejolak.

Sementara itu, harga minyak global rata-rata tercatat sebesar 105 dolar AS per barel dalam enam bulan pertama, 60 persen lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2021, sehingga memberikan keuntungan kepada produsen minyak.

Di sisi lain, ketiga perusahaan itu juga meningkatkan belanja modal selama enam bulan pertama, di mana PetroChina dan Sinopec mengharapkan percepatan tajam dalam pengeluaran di paruh kedua karena mereka berusaha untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas untuk membantu memenuhi kebutuhan keamanan energi China.