POROSKOTA.COM, HANOVER – Beberapa perusahaan memulai debutnya di untuk menunjukkan inovasi terbaru mereka dalam mengembangkan energi baru.

Dilansir dari China Daily, Selasa (20/9/2022) ajang IAA Transportation 2022 yang diselenggarakan di kota Hanover, Jerman tersebut diikuti lebih dari 1.400 peserta pameran dari lebih dari 40 negara dan wilayah, termasuk sekitar 70 dari China.

SAIC Maxus yang berbasis di Shanghai memamerkan lima terbarunya, termasuk MIFA 9, yang diklaim perusahaan sebagai MPV (multi-purpose vehicle) listrik mewah pertama di dunia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sebagai salah satu merek kendaraan komersial listrik paling inovatif dan progresif di Eropa saat ini, SAIC Maxus mengambil peran kepemimpinannya di sektor ini dengan serius,” kata Jack Zhu, general manager SAIC untuk kawasan Eropa.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Maxus sebagai merek EV komersial terkemuka di Eropa dan kehadiran kami yang kuat di pameran dagang di seluruh Eropa adalah bukti ambisi ini,” imbuhnya.

Sementara itu, meluncurkan Platform Blade eBus baru yang inovatif. Ini adalah dua truk listrik murni tanpa emisi, truk pengiriman perkotaan 7 ton ETM6 dan truk 19 ton ETH8, yang dirancang untuk logistik dan pengumpulan limbah.

“Kami senang memperkenalkan inovasi teknologi terbaru BYD kepada pelanggan Eropa, mencakup eTrucks dan eBuses,” kata Javier Contijoch, Wakil Presiden eBus di BYD Europe Commercial Vehicles.

Di sisi lain, Dongfeng Automobile Co Ltd, produsen besar lainnya di China, memamerkan empat model kendaraan komersial ringan terbaru mereka, termasuk tiga model baterai-listrik EV30, EV35 dan EV45.

“Dua di antaranya telah memenangkan sertifikasi Uni Eropa dan yang lainnya diharapkan untuk disertifikasi tahun depan,” kata Alex Ma, kepala Divisi Bisnis Sumber Daya Energi Baru Dongfeng Automobile.

Ma juga mengatakan bahwa Dongfeng belum mulai membuat kendaraan listrik di Eropa, dikarenakan China memiliki rantai pasokan yang relatif lengkap, mengutip contoh baterainya dari Contemporary Amperex Technology Co Ltd ().

Di samping itu, CATL, yang berkantor pusat di Ningde, provinsi Fujian, memamerkan inovasi baterai terbarunya untuk kendaraan komersial.

Pejabat CATL, Tong Xinqiao mengatakan bahwa pameran tersebut mencakup produk saat ini, pengembangan generasi berikutnya dan teknologi kompetitif untuk masa depan, seperti baterai natrium-ionnya.

Dia mengatakan produk dan teknologi CATL telah diterapkan tidak hanya di China, tetapi juga di Eropa dan belahan dunia lainnya.

“Saya tidak akan mengatakan kami yang paling maju, tapi kami pasti di antara para pemimpin global,” kata Tong.

Bulan lalu CATL juga telah menginvestasikan 7,34 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baterai di Debrecen, Hongaria timur.

Ini akan menjadi pabrik baterai kedua perusahaan di luar China. Yang pertama telah dibangun di Thuringia, Jerman dan diharapkan dapat memulai produksi pada akhir tahun ini.