POROSKOTA.COM, JAKARTA — Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

menjadi penyebab kematian terbanyak dalam klaster penyakit kanker.

Mengutip dari laman kanker paru-paru telah membunuh 1.8 juta jiwa selama tahun 2020. Setelah kanker usus besar dan kanker hati.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski mematikan, kanker paru sebenarnya bisa dikontrol. Artinya kanker tersebut harus ditemukan sedini mungkin.

Selain , kelompok ini juga mempunyai risiko tinggi terkena kanker paru-paru.

Orang-orang yang terpapar asap atau polutan industri, sebaiknya melakukan screening atau deteksi kanker paru-paru setiap tahunnya.

Kemudian, golongan ibu-ibu juga berisiko tinggi terkena kanker paru-paru.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Siswanto, menjelaskan alasannya ada dua.

Pertama karena ibu-ibu pada umumnya menjadi perokok pasif.

Kedua karena ibu-ibu rentan terpapar polutan rumah tangga layaknya asap dari pembakaran kayu bakar.

Serta golongan yang terakhir adalah orang-orang yang memliki anggota keluarga dekat menderita penyakit paru-paru.

“Kalau ada keluarga yang terkena kanker paru-paru, itu risiko ke anak-anaknya juga meningkat”, jelas dr. Siswanto.

Prinsipnya jika menemukan stadiumnya lebih dini, maka peluang sembuhnya lebih besar.

“Kalau kanker paru-paru dapat ditemukan dalam kondisi stadium 1, maka tingkat atau peluang kesembuhannya 85 persen; kalau kanker paru-paru stadiumnya 4, maka tingkat kesembuhannya (hanya) 15 persen,” jelas dia.

Data peluang kesembuhan tersebut dihitung berdasarkan survei yang lebih kurang mempunyai skema sebagai berikut: kalau ada 100 orang yang terkena kanker paru-paru stadium 4 dalam waktu satu tahun, pasien yang berhasil bertahan hidup hanya 15 orang.

Ia menjelaskan deteksi dini kanker paru-paru adalah menemukan kanker paru sebelum menunjukkan /keluhan.

Berikut ini beberapa gejala umum yang dialami oleh pasien kanker paru yang dikutip dari laman RS Mitra Keluarga:

1. menetap atau terus-menerus

2. Batuk berdarah

3. Sesak napas

4 Muncul bunyi mengi

5. Suara menjadi serak

6. Nyeri dada

7. Berat badan menurun

8. Sakit di seluruh tubuh

9. Sindroma horner

10. Gangguan pada jantung

11. Penyumbatan vena