POROSKOTA.COM, PARIS – Tim Indonesia harus merelakan harapan terakhirnya di sektor ganda putra kala berlaga fi di .

, yang tersisa di babak perempatfinal harus takluk dari ganda putra Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han.

Peraih titel juara All England itu harus kalah lewat drama rubber game, 16-21,21-18, 21-16, Jumat (28/10/2022).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasca-pertandingan yang berlangsung selama 83 menit itu, pun berambisi untuk bisa revans dari Lu/Yang.

“Lawan memang banyak intrik, kami tidak terpengaruh dan tetap memilih fokus di lapangan. Kami berharap ke depannya jika kembali bertemu mereka lagi sudah tahu pola permainannya hingga arah bola akan diarahkan ke mana,” kata Bagas.

“Semoga next tournamen kami bisa revans melawan mereka dan meraih kemenangan,” tegasnya.

Pada jalannya pertandingan, Bagas/Fikri mengaku sempat tertekan di gim pamungkas, lawan yang bisa tampil lebih percaya diri pun makin sulit untuk dimatikan.

“Pada gim ketiga kami sedikit tertekan, mereka tampil percaya diri dan bisa bangkit sehingga susah dimatikan. Hal itu membuat kami sulit keluar dari tekanan,” ucap Fikri.

“Mungkin ke depannya, di saat poin-poin kritis, kami harus lebih yakin lagi dan tidak bermain terburu-buru,” lanjutnya.

Setelah turnamen BWF Super 750 ini, Bagas/Fikri dijadwalkan berlaga pada Hylo Open yang berlangsung di Saarbrucken, Jerman 1-6 November mendatang.

Pada partai perdana, Bagas/Fikri akan bersua dengan wakil dari Taipei lainnya, Lee Jhe-Huei Yang/Po-Hsuan.

(Alfarizy/M39)