POROSKOTA.COM, JAKARTA – Sebanyak 350 guru dari 16 sekolah yang ada di seluruh Indonesia mengikuti Roadmap of Outstanding Educators (ROOTs) yang diselenggarakan oleh .

Kegiatan dilakukan secara bersama secara global di tiga negara, yaitu Indonesia, Kirgystan dan Tanzania.

merupakan sebuah program pengembangan kapasitas fasilitasi dan pendampingan pada pendidik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Alhamdulillah tahun ini kita menggelar ROOTs program sebanyak 13 Batch dimulai dari bulan Maret Hingga Agustus 2022,” kata CEO NICE Indonesia, Dasril Guntara dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

“Adapun tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru, meningkatkan keterampilan belajar dari para siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan di sekolah,” tambahnya.

Sedangkan secara khusus program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman framework FIRST Edu yang mencakup lima domain dan 15 prinsipnya.

Kemudian melatih guru untuk merancang pembelajaran berbasis pada FIRST Edu frame dalam bentuk Active Deep Session Flow (ADSF) dan melatih guru untuk dapat melakukan fasilitasi pembelajaran berdasarkan ADSF yang telah disusun.

Pelatihan diselenggarakan mulai dari Maret hingga Agustus 2022. Program ini didanai oleh .

Pada tahun ini terdapat 16 sekolah yang mengikuti program ROOTs Edu, yakni MTs IGBS Darul Marhamah Bogor, SMP SMART Cibinong, SMART Ekselensia Parung, dan SMAIT At Taufiq Bogor.

Lalu SMPIT Al Kautsar Bogor, SMP Islam Al Irsyad Bogor, SMPIT Al Iman Bojong Gede, SMP Quran As-Salaam Bogor, dan SMPIT Insan Mandiri Parung.

Kemudian SMPIT Darul Quran Mulia Gunung Sindur, SMP Pesantren Alam Quran Cendekia Bogor, Baitul Maal Tangerang, SMPIT Nurul Fikri Depok, SMPIT Nurul Fikri Bogor, Al Syukro Tangerang dan Al Hikmah Depok.

“Alhamdulillah saya menjadi peserta pada tiga hari ini dan dampaknya pada diri saya Masya Allah sangat luar biasa, saya yang awalnya belum terlalu percaya diri untuk berbicara di depan umum, tapi akhirnya saya bisa percaya diri,” kata peserta, Ustadzah Tita dari Mulia.

Sedangkan Halimatusadiah, guru dari SMPIT Al Irsyad mengatakan, dampak yang dirasakan setelah mengikuti training ROOts menjadi lebih memiliki pandangan (perspektif) lain untuk menjadi guru yang lebih aktif dan kreatif.

“Nantinya menciptakan pembelajaran yang hasilnya active deep learner experience seperti dari visi dan misi NICE sendiri,” ujarnya.

Salah satu program NICE Indonesia adalah menyelenggarakan pengembangan kapasitas untuk ekosistem sekolah, mulai dari pimpinan sekolah, manajemen sekolah, tenaga pendidik, siswa hingga orang tuanya.