POROSKOTA.COM justru menjadi ‘kompor’ di tengah kekecewaan kepada timnya, Aprilia.

Aleix Espargaro diketahui bernasib sial kala harus memulai race dari pit lane di Jepang 2022, Minggu (26/9/2022).

Usut punya usut, Aleix Espargaro harus start dari pit lane lantaran kesalahan yang dilakukan kru Aprilia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah formation lap MotoGP Jepang 2022, Aleix Espargaro tidak menempatkan posisi di P6, di mana seharusnya dia mengawali balapan.

Aleix Espargaro justru masuk ke garasi untuk mengganti motor.

Prosesnya pun dapat dikatakan berlangsung berantakan.

Espargaro yang terburu-buru loncat ke RS-GP keduanya, sembari menjatuhkan motor pertamanya.

Bahkan satu di antara kru Aprilia juga sampai terjatuh atas insiden ini.

Lantas menjadi pertanyaan, mengapa Aleix Espargaro mengalami insiden ini?

Diwartakan laman Speedweek, RS-GP yang dikendarai Aleix Espargaro sesaat sebelum memulai race masih dalam mode irit bahan bakar.

Mode hemat bahan bakar atau eco map dirancang hanya untuk digunakan dari pit lane ke grid.

Artinya, motor yang sedang dalam mode hemat bahan bakar tidak bisa melaju kencang.

“Mereka (Aprilia) tidak mematikan mode hemat bahan bakar. Ini kesalahan fatal,” ucap Aleix Espargaro.

“Imbasnya, motor tidak bisa melaju dengan kencang akibat set-up mode hemat ini,” tambah saudara .

Kekesalan Espargaro semakin menjadi setelah dia gagal mendulang poin di MotoGP Jepang 2022.

Aleix Espargaro mengakhiri balapan di P16.

Namun kekesalan Espargaro bukannya diredam namun malah dikompori oleh rekan setimnya, Maverick Vinales.

Pembalap berjuluk Top Gun ini bahkan mengatakan Espargaro selayaknya marah kepada Aprilia.

“Aleix Espargaro tengah berada dalam perburuan gelar juara dunia, sehingga perolehan poin sangatlah krusial,” ujar Vinales, dikutip dari laman Motosan.

“Jika saya adalah Espargaro maka marah kepada tim (Aprilia) adalah hal yang logis,” sambung mantan pembalap Yamaha.

Tak tanggung-tanggung, Vinales juga menyebut jika Aleix Espargaro kehilangan asa dalam perebutan gelar juara dunia, maka Aprilia layak dijadikan kambing hitamnya.

“Saya tahu ini kesalahan semua, namun eror yang dilakukan membuat asa dalam perburuan gelar juara dunia melayang,” tandas Vinales.

Alex Espargaro masih tertahan di peringkat ketiga . Dia membukukan 194 poin.

Dia tertinggal 25 poin dari pemuncak klasemen , yang menggawangi Yamaha.